PBB IX
ABA-ABA
Adalah
suatu perintah yang diberikan oleh seseorang pemimpin kepada yang dipimpin
untuk dilaksanakan pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
Kaidah
aba-aba
Harus
dilafalkan dengan JELAS.
Harus
diucapkan dengan TEGAS.
Harus
diucapkan dengan KERAS.
Ucapannya
harus BERIRAMA (tidak seenaknya)
Ucapannya
harus BERJEDA (ada antara, jarak).
Jenis
aba-aba
Aba-aba
petunjuk
Digunakan
hanya jika perlu , untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/
pelaksanaan.
Contoh
: Kepada Pembina Upacara-HORMAT
= GERAK
Untuk perhatian-ISTIRAHAT DITEMPAT = GERAK
Peleton 7 SIAP = GERAK
Aba-aba
PERINGATAN
Inti
peringatan yang cukup jelas, untuk dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh : LENCANG KANAN = GERAK
DUDUK SIAP = GERAK
ISTIRAHAT DITEMPAT = GERAK
Aba-aba
PELAKSANAAN
Ketegasan
mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba peringatan.
GERAK
= Untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan
gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh : JALAN DITEMPAT = GERAK
SIAP = GERAK HORMAT KANAN = GERAK
JALAN
= Untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh : DUA LANGKAH KEDEPAN =
JALAN
HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN
(Apabila dibatasi jaraknya, maka
tidak pakai kata maju)
MAJU = JALAN
HALUAN KANAN/ KIRI MAJU = JALAN
(Apabila tidak dibatasi jaraknya,
maka pakai kata maju)
MULAI
= Untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh : HITUNG = MULAI
BERSHAF KUMPUL = MULAI
Yang
harus diperhatikan dalam memberi aba-aba
· Waktu memberi aba-aba pemberi
aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, kecuali dalam
keadaan yang tidak mengizinkan untuk melakukan itu.
· Apabila aba-aba itu berlaku juga
bagi si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah
ditentukan dan tidak menghadap pasukan.
Contoh : Kepada Pembina Upacara-
HORMAT = GERAK. Pemberi aba-aba bersama-sama dengan pasukan melakukan gerakan
menghormat. Aba-aba TEGAK = GERAK diberikan si komandan dalam keadaan sedang
memberi hormat.
· Untuk aba-aba perubahan langkah
dalam keadaam berjalan, tidak perlu menggunakan kata MAJU.
Contoh : LANGKAH TEGAP/ BIASA =
JALAN.
· Untuk beberapa aba-aba perubahan
arah dalam keadaan berjalan memakai kata MAJU, karena ada aba-aba HENTI,
demikian pula sebaliknya tidak memakai kata MAJU, karena tidak ada aba-aba HENTI.
Contoh : BALIK KANAN MAJU
= JALAN
HADAP KANAN/ KIRI MAJU =
JALAN
BELOK KANAN/ KIRI = JALAN
· Aba-aba yang menunjukan arah harus
memakai kata penghubung “ KE”
Contoh : 4 LANGKAH KE KA/ KI/
DEPAN/ BELAKANG.
· Apabila pada suatu bagian aba-aba
diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANGI.
Contoh : LENCANG KANAN –
ULANGI—SIAP = GERAK
· Pemberian aba-aba petunjuk yang
dirangkaikan dengan aba-aba peringatan dan pelaksanaan, pengucapannya tidak
diberi nada.
· Pemberian aba-aba peringatan wajib
diberi nada pada suku kata pertama dan terakhir. Nada suku kata terakhir
diucapkan lebih panjang menurut besar kecilnya pasukan.
· Aba-aba pelaksanaan senantiasa
diucapkan dengan cara yang “dihentakkan”.
· waktu antara aba-aba peringatan
dan aba-aba pelaksanaan diperpanjang
sesuai dengan besar kecilnya pasukan dan atau tingkatan pasukan (konsentrasi
perhatian).
· Dilarang memberikan
keterangan-keterangan lain disela-sela aba-aba pelaksanaa.
PBB X
1. IRAMA LANGKAH
· Aba-aba :IRAMA LANGKAH … = GERAK
· Pasukan dapat dalam keadaan
berjalan atau berhenti
· Bila dalam keadaan berjalan,
kemudian aba-aba diatas maka pasukan langsung berhenti sambil bertolak
pinggang.
IRAMA LANGKAH 1
Menggeser
kaki kanan ke depan dengan tumit menempel pada tanah.
Selanjutnya
ke belakang dengan ujung sepatu menempel ke tanah.
Selanjutnya
menggeser ke kanan.
Menyilangkan
diatas kaki kiri, posisi badan masih
lurus ke depan.
Berputar/
balik kiri, dengan bantingan tenaga seperti balik kanan.
Tangan
turun bersamaan dengan menutupnya kaki.
Melangkah
yang diawali dengan kaki kiri.
IRAMA LANGKAH 2
Hitungan 1-3, Sama
dengan irama langkah 1
Hitungan 4 , Menyilangkan kaki kanan diatas
kaki kiri sambil meloncat ditempat, posisi badan masih lurus kedepan.
Hitungan 5-7, Sama dengan irama langkah 1
IRAMA LANGKAH 3
Hitungan 1-5, Sama
dengan irama langkah 1
Hitungan 6, Berputar/ balik kiri sambil
meloncat ditempat.
Hitungan 6-7, Sama dengan irama langkah 1
IRAMA LANGKAH 4
Hitungan 1-3,
Sama dengan irama langkah 1
Hitungan 4, Berputar/ balik kiri sambil
menunduk/ merengkuhkan badan.
Hitungan 5-6, Sama dengan irama langkah 1
IRAMA LANGKAH 5
Hitungan 1-3,
Sama dengan irama langkah 1
Hitungan 4, Menyilangkan kaki kanan diatas
kaki kiri.
Hitungan 5, Melempar kaki kiri ke arah
kiri (tidak menempel ke tanah)
Hitungan 6, Menyilangkan kaki kiri diatas
kaki kanan.
Hitungan 7, Melempar kaki kiri ke arah kiri
(tidak menempel ke tanah)
Hitungan 8, Merapatkan kaki kanan ke kaki
kiri, kaki kiri langsung dilempar ke arah kiri.
Hitungan 9, Kaki kiri merapat ke kaki kanan.
Hitungan 10, Tangan turun
Hitungan 11, Melangkah kaki kiri
2. VARIASI DAN FORMASI
Merupakan
kreasi dan inovasi dari tiap-tiap individu dan atau pasukan.
Untuk
lebih jelasnya, baca kembali Buku panduan tentang BARIS-BERBARIS
ANGKATAN BERSENJATA (PBB-AB), yang disyahkan dengan surat keputusan Pangab No. Skep/611/X/1985 tanggal 8 Oktober
1985.
lagu diklatsar 5
SAY HORASBAH
Say horasbah
sineger sineger, agen agen sibual buale
Tuk siantar tuk
sipirok, padang panjang fort de kock
Say horasbah
sineger sineger
SEMERAH DARAH
Semerah darah
sebening air mata, itu semboyan kita
Majulah ayoo
maju pantang menyerah, sebelum kita menang
Ingatlah selalu
akan tugas wajibmu, tetap insyaf dan sadar
Jungjunglah
derajat kebanggaan kita, Paskibra tetap jaya
SUKA RIA
Dimalam-dimalam
kitatidurbkita tidur
Dipagi-dipagi
kita bangun kita bangun
Diantara malam
dan pagi
Kita terus
berlatih membina fisik kita
Dalam latihan
Paskibra Kota Bandung
Tenaga pikiran
kita curahkan, dengan hati riang….
Suka ria..
ha..ha…ha.. haa 2x
HUTAN RIMBA
Di tengah hutan rimba tempat kami ditempat,
paskibra selalu siap sedia
acara hari ini selalu silih berganti, paskibra selalu berseri-seri
dengarlah dengarlah sayup sayup suara yang merdu memecah malam
jauhlah dari kampung menurut kata hati, tunai bakti pada ibu pertiwi
acara hari ini selalu silih berganti, paskibra selalu berseri-seri
dengarlah dengarlah sayup sayup suara yang merdu memecah malam
jauhlah dari kampung menurut kata hati, tunai bakti pada ibu pertiwi
YANG
Tiada gunung
teralalu tinggi, buat kami daki diawan panas
tiada lembah terlalu dalam, buat kami susuri dimalam gelap
hutan rimba padanglalang, dusun sunyi jalanan jauh
panas terik hujan berangin majulah ayo maju
pantang menyerah, tekad kami, karena pribadinya
paskibra kota bandung, orang-orang yang terpilih
merah putih berkibar diangkasa biru
deburan ombak ku kayuh, cuaca buruk ku tempuh
tiada medan sulit bagi paskibra
tiada lembah terlalu dalam, buat kami susuri dimalam gelap
hutan rimba padanglalang, dusun sunyi jalanan jauh
panas terik hujan berangin majulah ayo maju
pantang menyerah, tekad kami, karena pribadinya
paskibra kota bandung, orang-orang yang terpilih
merah putih berkibar diangkasa biru
deburan ombak ku kayuh, cuaca buruk ku tempuh
tiada medan sulit bagi paskibra
ADUH KASIHAN PASKIBRA
Aduh kasihan
paskibra, panas latihan berbaris
Hanya untuk
menjadi pasukan kibar bendera
Siapa suruh
masuk paskibra, siapa suruh jadi paskibra
Sendiri suka
sendiri rasa aduh ee sayang….
Siang malam
tidur di atur, makan minum juga diatur
Sendiri suka
sendiri rasa aduh ee-nak-e..
AMAPONDO
Amapondo
amapondo jiboem ah…
Aya muko
mugambo
Jilelemafuji
ama jiboem ah…
Aya muko
mugambo
Tu wa ga pat, aya salele
bukele aya muko mugambo
Aya awewe bukelek, aya muko
mugambo
Sya la la la, la la la la la
la 2x
Akwen sama kwen kwen, akwen
samamawa
Akwen sama kwen kwen, akwen
saribogi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar