MATERI DAN LAGU DIKLATSAR 4
PBB VII
1.
BUKA/ TUTUP BARISAN
a.
Terbagi atas dua, PBB Baku dan Variasi.
b.
Dalam PBB Baku, Buka/ Tutup barisan,
pasukan datang dalam keadaan tidak berjalan, diam, dengan bentuk pasukan
berbanjar.
c.
Aba-aba :BUKA BARISAN = JALAN.
d.
Ketika ada aba-aba diatas, maka banjar
kesatu dan ketiga bergeser satu langkah ke kanan/ kiri, sedangkan banjar kedua
(yang tengah diam).
e.
Aba-aba TUTUP BARISAN = JALAN, maka
banjar kesatu dan banjar ketiga bergeser untuk menutup, banjar tengah diam.
f.
Dalam PBB Variasi, Buka/ Tutup barisan
pergerakan pasukan dalam keadaan berjalan, yaitu:
· Dari diam ke jalan, aba-abanya BUKA
BARISAN MAJU = JALAN.
· Dari jalan ke jalan, aba-abanya BUKA
BARISAN = JALAN.
· Ketentuan pergeseran (membuka/ menutup)
sama seperti diatas.
2.
TIAP-TIAP BANJAR 2 KALI BELOK KANAN
a.
Pasukan dalam keadaan langkah biasa,
melakukan pergerakan berputar setengah lingkaran.
b.
Diam ke jalan
· Aba-aba
: TIAP-TIAP BANJAR 2 KALI BELOK KANAN
MAJU = JALAN.
· Hitungan
setelah aba-aba
· Hitungan
1-8 Jalan ditempat.
· Hitungan
9 Melangkahkan kaki langsung maju
· Shaf
berikutnya ditambah dua dari rekan didepannya.
c.
Jalan ke jalan
· Aba-aba
: TIAP-TIAP BANJAR 2 KALI BELOK KANAN = JALAN
· Hitungan seperti diatas kurangi satu.
· Bila aba-aba jatu di kaki kanan, maka
hitungannya seperti pergerakan dari diam ke jalan.
PBB
VIII
1.
HALUAN KANAN/ KIRI
· Pasukan dalam keadaan bershaf.
· Fungsi Haluan adalah merubah arah pasukan
tanpa merubah keadaan pasukan.
· Penjuru sebagai patokan/ poros.
· Pasukan maju sambil jalan ditempat secara
perlahan-lahan menempuh arah 900 ke kanan/ kiri lengan tidak
dilenggang.
· Haluan kanan penjurunya adalah banjar paling
kanan shaf terdepan Haluan kiri penjurunya adalah banjar paling kiri shaf
terdepan.
· Pergerakan pasukan harus lurus seperti daun
pintu dengan cara melirik barisannya (kepala tetap lurus kedepan).
· Penjuru bebas untuk menengok kiri/ kanan,
bila pergerakannya sudah selesai dan barisan sudah lurus, maka dia berteriak
LURUS !!
· Perputaran pasukan semakin jauh bila makin
menjauhi penjuru.
a.
Diam ke diam
· Aba-aba
: HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
· Bila
penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka komandan harus memberikan aba-aba
HENTI = GERAK, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah.
· Setelah
ditambah satu langkah kemudian seluruh pasukan berhenti.
b.
Diam ke jalan
· Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
· Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka
komandan harus memberikan aba-aba MAJU = JALAN, yang diucapkan pada waktu kaki
kiri/ kanan jatuh ditanah, pasukan langsung maju langkah biasa.
c.
Jalan ke jalan
· Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
· Aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada waktu
kaki kanan/ kiri jatuh ditanah, kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya
barisan melakukan gerakan haluan.
· Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS !
Maka komandan harus memberikan aba-aba
MAJU = JALAN, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah,
pasukan langsung maju langkah biasa.
d.
Jalan ke diam
· Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
· Aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada waktu
kaki kanan/ kiri jatuh ditanah, kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya
barisan melakukan gerakan haluan.
· Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS !
Maka komandan harus memberikan aba-aba HENTI = GERAK, yang diucapkan pada waktu
kaki kiri/ kanan jatuh ditanah.
· Setelah ditambah satu langkah kemudian
seluruh pasukan berhenti.
2.
MELINTANG KANAN/ KIRI
a.
Pasukan dalam keadaan berbanjar.
b.
Fungsi melintang adalah merubah bentuk
pasukan (dari banjar jadi shaf) tanpa merubah arah pasukan.
c.
Melintang itu dibagi menjadi dua
wilayah dunia, wilayah kiri dan wilayah kanan.
·
Melintang kanan
artinya melakukan gerakan PBB di daerah sebelah kanan kita, jadi teknis
gerakannya adalah melakukan hadap kanan terlebih dahulu lalu haluan kiri.
·
Melintang kiri
artinya melakukan gerakan PBB di daerah sebelah kiri kita, jadi teknis
gerakannya adalah melakukan hadap kiri diteruskan haluan kanan.
d.
Aba-aba yang dipakai :
·
Diam ke diam : MELINTANG KANAN/ KIRI =
JALAN.
·
Diam ke jalan : MELINTANG KANAN/ KIRI
MAJU = JALAN.
·
Jalan ke jalan : MELINTANG KANAN/ KIRI
MAJU = JALAN.
·
Jalan ke diam : MELINTANG KANAN/ KIRI =
JALAN.
e.
Untuk aturan berhenti ataupun maju
setelah penjuru memberikan isyarat lurus sama dengan aturan pada haluan.
Lagu Diklatsar 4
LARANTENAN
Konco-konco, do
mreneo, ono opo, ono opo opo
Larantenan
pancentenan wong topengan
Pentulllll
lulululu rai macan
LARI EUY
Lari lari lari
lari tiap pagi euuuuy!
Badan sehat
badan kuat bersemangat euuuuy!
Badan lesu
badan lemah tak mengapa euuuuy!
Karena kita euy
euy, sudah biasa!
OBAT AWET MUDA
Pada hari
minggu kuturut ayah ke kota
Sambil larak
lirik cari angin cuci mata
Babeh bilang
itu obat untuk awet muda
Mengendali
nafsu kuda cari daun muda
Tuk tuk tak
tik, tuk tik tak tik, tuk tik tak tik tuk
LARI PAGI
Lari2x dipagi
hari, Badan sehat badan kuat berlari pagi
Ayo kawan
berlari pagi, aduh enaknya berlari pagi
MOON TO SUN
Na..na..na..na..na..na..,
Na..na..na..na..na..na…
Na.. na.. naa..
na..na..na..na…na..
Na.. na.. na..
na.. na.. na..
From moon to
sun, Paskibra is number one
From east to
west, Paskibra is the best
PERSIAPAN LARI
Bila saat lari
telah tiba, Segera menuju ke lapangan
Bangkitkan
semangatmu Paskibra, Siapkan badan untuk dibina
Jangan lupa
membawa topi, Serta dengan handuk putihnya
S’patu ceko
juga disikat, Hindarkan bicara dengan teman
PERSIAPAN MAKAN
Bila
makan…(pagi/siang/malam) telah tiba, Segera menuju ruang makan
Bangkitkan
semangatmu Paskibra, Siapkan perut untuk diisi
Jangan lupa
habiskan nasi, juga dengan lauk pauknya
Sayur mayur
juga disikat, Hindarkan bicara dengan teman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar