Pages

Rabu, 18 November 2015

materi dan lagu diklatsar 5

materi dan lagu diklatsar 5




PBB IX
ABA-ABA
Adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakan pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
Kaidah aba-aba
Harus dilafalkan dengan JELAS.
Harus diucapkan dengan TEGAS.
Harus diucapkan dengan KERAS.
Ucapannya harus BERIRAMA (tidak seenaknya)
Ucapannya harus BERJEDA (ada antara, jarak).
Jenis aba-aba
Aba-aba petunjuk
Digunakan hanya jika perlu , untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/ pelaksanaan.
Contoh : Kepada Pembina Upacara-HORMAT = GERAK
Untuk perhatian-ISTIRAHAT DITEMPAT = GERAK
Peleton 7 SIAP = GERAK
Aba-aba PERINGATAN
Inti peringatan yang cukup jelas, untuk dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh   : LENCANG KANAN = GERAK
                DUDUK SIAP = GERAK
                ISTIRAHAT DITEMPAT = GERAK
Aba-aba PELAKSANAAN
Ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba peringatan.
GERAK = Untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
                                                Contoh : JALAN DITEMPAT = GERAK
                            SIAP =  GERAK HORMAT KANAN = GERAK
JALAN = Untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
                                                Contoh : DUA LANGKAH KEDEPAN = JALAN
                                           HALUAN KANAN/ KIRI  = JALAN    
                                                (Apabila dibatasi jaraknya, maka tidak pakai kata maju)
                                         MAJU = JALAN
                           HALUAN KANAN/ KIRI MAJU = JALAN
                                                (Apabila tidak dibatasi jaraknya, maka pakai kata maju)
MULAI = Untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
                                                Contoh : HITUNG = MULAI
                           BERSHAF KUMPUL = MULAI
Yang harus diperhatikan dalam memberi aba-aba
·              Waktu memberi aba-aba pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, kecuali dalam keadaan yang tidak mengizinkan untuk melakukan itu.
·              Apabila aba-aba itu berlaku juga bagi si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan dan tidak menghadap pasukan.
                Contoh : Kepada Pembina Upacara- HORMAT = GERAK. Pemberi aba-aba bersama-sama dengan pasukan melakukan gerakan menghormat. Aba-aba TEGAK = GERAK diberikan si komandan dalam keadaan sedang memberi hormat.
·              Untuk aba-aba perubahan langkah dalam keadaam berjalan, tidak perlu menggunakan kata MAJU.
                Contoh : LANGKAH TEGAP/ BIASA = JALAN.
·              Untuk beberapa aba-aba perubahan arah dalam keadaan berjalan memakai kata MAJU, karena ada aba-aba HENTI, demikian pula sebaliknya tidak memakai kata MAJU, karena tidak ada aba-aba HENTI.
                Contoh : BALIK KANAN MAJU = JALAN
                                           HADAP KANAN/ KIRI MAJU = JALAN
                                           BELOK KANAN/ KIRI = JALAN
·              Aba-aba yang menunjukan arah harus memakai kata penghubung “ KE”
                Contoh : 4 LANGKAH KE KA/ KI/ DEPAN/ BELAKANG.
·              Apabila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANGI.
                Contoh : LENCANG KANAN – ULANGI—SIAP = GERAK
·              Pemberian aba-aba petunjuk yang dirangkaikan dengan aba-aba peringatan dan pelaksanaan, pengucapannya tidak diberi nada.
·              Pemberian aba-aba peringatan wajib diberi nada pada suku kata pertama dan terakhir. Nada suku kata terakhir diucapkan lebih panjang menurut besar kecilnya pasukan.
·              Aba-aba pelaksanaan senantiasa diucapkan dengan cara yang “dihentakkan”.
·              waktu antara aba-aba peringatan dan aba-aba  pelaksanaan diperpanjang sesuai dengan besar kecilnya pasukan dan atau tingkatan pasukan (konsentrasi perhatian).
·              Dilarang memberikan keterangan-keterangan lain disela-sela aba-aba pelaksanaa.



PBB X

1. IRAMA LANGKAH
·              Aba-aba :IRAMA LANGKAH … = GERAK
·              Pasukan dapat dalam keadaan berjalan atau berhenti
·              Bila dalam keadaan berjalan, kemudian aba-aba diatas maka pasukan langsung berhenti sambil bertolak pinggang.
IRAMA LANGKAH 1
Menggeser kaki kanan ke depan dengan tumit menempel pada tanah.
Selanjutnya ke belakang dengan ujung sepatu menempel ke tanah.
Selanjutnya menggeser ke kanan.
Menyilangkan diatas kaki  kiri, posisi badan masih lurus ke depan.
Berputar/ balik kiri, dengan bantingan tenaga seperti balik kanan.
Tangan turun bersamaan dengan menutupnya kaki.
Melangkah yang diawali dengan kaki kiri.
IRAMA LANGKAH 2
Hitungan 1-3, Sama dengan irama langkah 1
Hitungan 4 , Menyilangkan kaki kanan diatas kaki kiri sambil meloncat ditempat, posisi badan masih lurus kedepan.
Hitungan 5-7, Sama dengan irama langkah 1
IRAMA LANGKAH 3
Hitungan 1-5, Sama dengan irama langkah 1
Hitungan 6, Berputar/ balik kiri sambil meloncat ditempat.
Hitungan 6-7, Sama dengan irama langkah 1
IRAMA LANGKAH 4
Hitungan 1-3, Sama dengan irama langkah 1
Hitungan 4, Berputar/ balik kiri sambil menunduk/ merengkuhkan badan.
Hitungan 5-6, Sama dengan irama langkah 1
IRAMA LANGKAH 5
Hitungan 1-3, Sama dengan irama langkah 1
Hitungan 4, Menyilangkan kaki kanan diatas kaki kiri.
Hitungan 5, Melempar kaki kiri ke arah kiri  (tidak menempel ke tanah)
Hitungan 6, Menyilangkan kaki kiri diatas kaki kanan.
Hitungan 7, Melempar kaki kiri ke arah kiri (tidak menempel ke tanah)
Hitungan 8, Merapatkan kaki kanan ke kaki kiri, kaki kiri langsung dilempar ke arah kiri.
Hitungan 9, Kaki kiri merapat ke kaki kanan.
Hitungan 10, Tangan turun
Hitungan 11, Melangkah kaki kiri

2. VARIASI DAN FORMASI 
Merupakan kreasi dan inovasi dari tiap-tiap individu dan atau pasukan.
Untuk lebih jelasnya, baca kembali Buku panduan tentang BARIS-BERBARIS ANGKATAN BERSENJATA (PBB-AB), yang disyahkan dengan surat keputusan Pangab No. Skep/611/X/1985 tanggal 8 Oktober 1985.




lagu diklatsar 5

SAY HORASBAH
Say horasbah sineger sineger, agen agen sibual buale
Tuk siantar tuk sipirok, padang panjang fort de kock
Say horasbah sineger sineger
SEMERAH DARAH
Semerah darah sebening air mata, itu semboyan kita
Majulah ayoo maju pantang menyerah, sebelum kita menang
Ingatlah selalu akan tugas wajibmu, tetap insyaf dan sadar
Jungjunglah derajat kebanggaan kita, Paskibra tetap jaya
SUKA RIA
Dimalam-dimalam kitatidurbkita tidur
Dipagi-dipagi kita bangun kita bangun
Diantara malam dan pagi
Kita terus berlatih membina fisik kita
Dalam latihan Paskibra Kota Bandung
Tenaga pikiran kita curahkan, dengan hati riang….
Suka ria.. ha..ha…ha.. haa 2x
HUTAN RIMBA
Di tengah hutan rimba tempat kami ditempat, paskibra selalu siap sedia
acara hari ini selalu silih berganti, paskibra selalu berseri-seri
dengarlah dengarlah sayup sayup suara yang merdu memecah malam
jauhlah dari kampung menurut kata hati, tunai bakti pada ibu pertiwi
  
YANG
Tiada gunung teralalu tinggi, buat kami daki diawan panas
tiada lembah terlalu dalam, buat kami susuri dimalam gelap
hutan rimba padanglalang, dusun sunyi jalanan jauh
panas terik hujan berangin majulah ayo maju
pantang menyerah, tekad kami, karena pribadinya
paskibra kota bandung, orang-orang yang terpilih
merah putih berkibar diangkasa biru
deburan ombak ku kayuh, cuaca buruk ku tempuh
tiada medan sulit bagi paskibra
ADUH KASIHAN PASKIBRA
Aduh kasihan paskibra, panas latihan berbaris
Hanya untuk menjadi pasukan kibar bendera
Siapa suruh masuk paskibra, siapa suruh jadi paskibra
Sendiri suka sendiri rasa aduh ee sayang….
Siang malam tidur di atur, makan minum juga diatur
Sendiri suka sendiri rasa aduh ee-nak-e..
AMAPONDO
Amapondo amapondo jiboem ah…
Aya muko mugambo
Jilelemafuji ama jiboem ah…
Aya muko mugambo
                    Tu wa ga pat, aya salele bukele aya muko mugambo
                    Aya awewe bukelek, aya muko mugambo
                    Sya la la la, la la la la la la 2x
                    Akwen sama kwen kwen, akwen samamawa
                    Akwen sama kwen kwen, akwen saribogi

materi dan lagu diklatsar 4


MATERI DAN LAGU DIKLATSAR 4

PBB VII

1.        BUKA/ TUTUP BARISAN
a.       Terbagi atas dua, PBB Baku dan Variasi.
b.       Dalam PBB Baku, Buka/ Tutup barisan, pasukan datang dalam keadaan tidak berjalan, diam, dengan bentuk pasukan berbanjar.
c.       Aba-aba :BUKA BARISAN = JALAN.
d.       Ketika ada aba-aba diatas, maka banjar kesatu dan ketiga bergeser satu langkah ke kanan/ kiri, sedangkan banjar kedua (yang tengah diam).
e.       Aba-aba TUTUP BARISAN = JALAN, maka banjar kesatu dan banjar ketiga bergeser untuk menutup, banjar tengah diam.
f.        Dalam PBB Variasi, Buka/ Tutup barisan pergerakan pasukan dalam keadaan berjalan, yaitu:
·       Dari diam ke jalan, aba-abanya BUKA BARISAN MAJU = JALAN.
·       Dari jalan ke jalan, aba-abanya BUKA BARISAN = JALAN.
·       Ketentuan pergeseran (membuka/ menutup) sama seperti diatas.

2.        TIAP-TIAP BANJAR 2 KALI BELOK KANAN
a.       Pasukan dalam keadaan langkah biasa, melakukan pergerakan berputar setengah lingkaran.
b.       Diam ke jalan
·       Aba-aba :  TIAP-TIAP BANJAR 2 KALI BELOK KANAN MAJU = JALAN.
·       Hitungan setelah aba-aba
·       Hitungan 1-8        Jalan ditempat.
·       Hitungan 9            Melangkahkan kaki langsung maju
·       Shaf berikutnya ditambah dua dari rekan didepannya.
c.       Jalan ke jalan
·    Aba-aba  : TIAP-TIAP BANJAR 2 KALI BELOK KANAN = JALAN
·    Hitungan seperti diatas kurangi satu.
·    Bila aba-aba jatu di kaki kanan, maka hitungannya seperti pergerakan dari diam ke jalan.














PBB VIII

1.    HALUAN KANAN/ KIRI
·    Pasukan dalam keadaan bershaf.
·    Fungsi Haluan adalah merubah arah pasukan tanpa merubah keadaan pasukan.
·    Penjuru sebagai patokan/ poros.
·    Pasukan maju sambil jalan ditempat secara perlahan-lahan menempuh arah 900 ke kanan/ kiri lengan tidak dilenggang.
·    Haluan kanan penjurunya adalah banjar paling kanan shaf terdepan Haluan kiri penjurunya adalah banjar paling kiri shaf terdepan.
·    Pergerakan pasukan harus lurus seperti daun pintu dengan cara melirik barisannya (kepala tetap lurus kedepan).
·    Penjuru bebas untuk menengok kiri/ kanan, bila pergerakannya sudah selesai dan barisan sudah lurus, maka dia berteriak LURUS !!
·    Perputaran pasukan semakin jauh bila makin menjauhi penjuru.
a.       Diam ke diam
·       Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
·       Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka komandan harus memberikan aba-aba HENTI = GERAK, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah.
·       Setelah ditambah satu langkah kemudian seluruh pasukan berhenti.
b.       Diam ke jalan
·    Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
·    Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka komandan harus memberikan aba-aba MAJU = JALAN, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah, pasukan langsung maju langkah biasa.
c.       Jalan ke jalan
·    Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
·    Aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada waktu kaki kanan/ kiri jatuh ditanah, kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya barisan melakukan gerakan haluan.
·    Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka komandan harus memberikan aba-aba  MAJU = JALAN, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah, pasukan langsung maju langkah biasa.
d.       Jalan ke diam
·    Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
·    Aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada waktu kaki kanan/ kiri jatuh ditanah, kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya barisan melakukan gerakan haluan.
·    Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka komandan harus memberikan aba-aba HENTI = GERAK, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah.
·    Setelah ditambah satu langkah kemudian seluruh pasukan berhenti.


2.    MELINTANG KANAN/ KIRI
a.       Pasukan dalam keadaan berbanjar.
b.       Fungsi melintang adalah merubah bentuk pasukan (dari banjar jadi shaf) tanpa merubah arah pasukan.
c.       Melintang itu dibagi menjadi dua wilayah dunia, wilayah kiri dan wilayah kanan.
·         Melintang kanan artinya melakukan gerakan PBB di daerah sebelah kanan kita, jadi teknis gerakannya adalah melakukan hadap kanan terlebih dahulu lalu haluan kiri.
·         Melintang kiri artinya melakukan gerakan PBB di daerah sebelah kiri kita, jadi teknis gerakannya adalah melakukan hadap kiri diteruskan haluan kanan.



d.       Aba-aba yang dipakai :
·         Diam ke diam : MELINTANG KANAN/ KIRI = JALAN.
·         Diam ke jalan : MELINTANG KANAN/ KIRI MAJU = JALAN.
·         Jalan ke jalan : MELINTANG KANAN/ KIRI MAJU = JALAN.
·         Jalan ke diam : MELINTANG KANAN/ KIRI = JALAN.
e.       Untuk aturan berhenti ataupun maju setelah penjuru memberikan isyarat lurus sama dengan aturan pada haluan.


Lagu Diklatsar 4

LARANTENAN
Konco-konco, do mreneo, ono opo, ono opo opo
Larantenan pancentenan wong topengan
Pentulllll lulululu rai macan
LARI EUY
Lari lari lari lari tiap pagi euuuuy!
Badan sehat badan kuat bersemangat euuuuy!
Badan lesu badan lemah tak mengapa euuuuy!
Karena kita euy euy, sudah biasa!
OBAT AWET MUDA
Pada hari minggu kuturut ayah ke kota
Sambil larak lirik cari angin cuci mata
Babeh bilang itu obat untuk awet muda
Mengendali nafsu kuda cari daun muda
Tuk tuk tak tik, tuk tik tak tik, tuk tik tak tik tuk
LARI PAGI
Lari2x dipagi hari, Badan sehat badan kuat berlari pagi
Ayo kawan berlari pagi, aduh enaknya berlari pagi



MOON TO SUN
Na..na..na..na..na..na.., Na..na..na..na..na..na…
Na.. na.. naa.. na..na..na..na…na..
Na.. na.. na.. na.. na.. na..
From moon to sun, Paskibra is number one
From east to west, Paskibra is the best
PERSIAPAN LARI
Bila saat lari telah tiba, Segera menuju ke lapangan
Bangkitkan semangatmu Paskibra, Siapkan badan untuk dibina
Jangan lupa membawa topi, Serta dengan handuk putihnya
S’patu ceko juga disikat, Hindarkan bicara dengan teman

PERSIAPAN MAKAN
Bila makan…(pagi/siang/malam) telah tiba, Segera menuju ruang makan
Bangkitkan semangatmu Paskibra, Siapkan perut untuk diisi
Jangan lupa habiskan nasi, juga dengan lauk pauknya
Sayur mayur juga disikat, Hindarkan bicara dengan teman