PENGENALAN PASKIBRAKA
PENDAHULUAN
Paskibraka adalah salah satu organisasi pemuda.
Apa yang dimaksud dengan organisasi ?
Organisasi adalah wadah
berkumpulnya orang-orang yang melaksanakan proses kerjasama untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
SEJARAH
Pengibar
bendera pusaka yang pertama adalah bapak Latief
Hendraningrat dan Suhud S. Menjelang HUT kemerdekaan Republik Indonesia
yang Ke-2, presiden Soekarno memanggil salah satu ajudannya yaitu Bapak Mayor (L) Husein Mutahar untuk bertugas
menyiapkan dan memimpin upacara peringatan HUT
Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-2 dihalaman istana presiden
Gedung Agung Yogyakarta tanggal 17 Agustus
1946.
Gagasan
yang ada dalam benak beliau adalah bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan
bangsa, maka pengibaran bendera
sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se-Indonesia. Kemudian beliau memilih 5
orang pemuda sebagai simbol Pancasila, 3
orang putri dan 2 orang putra. Salah
satunya adalah Titik Dewi pelajar
SMA Sumatera Barat yang tinggal di Yogyakarta. Formasi pengibaran tersebut
dilakukan juga pada tahun 1947 dan tahun 1948.
Peringatan
HUT Kemerdekaan Republik Indonesia untuk pertama kalinya dilaksanakan di Istana
Negara Jakarta tanggal 17 Agustus 1950
yang mana regu-regu pengibaran bendera ditentukan dan diatur oleh Rumah Tangga
Kepresidenan.
Tanggal 5
Agustus 1966 Bapak Husein Mutahar menjadi Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan
Layihan Pandu Indonesia/ Ditjen UDAKA, yang salah satu kegiatannya adalah
latihan Pandu Iindonesia ber- Pancasila, sempat dua kali diadakan yaitu
1966-1967, kemudian diujicobakan untuk kurikulum pembinaan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka tahun 1967, dengan
menggunakan Sistem Pendekatan Keluarga Bahagia yang penerapannya berupa Desa bahagia.
Tahun 1967
H. Mutahar dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk menyiapkan pelaksanaan
pengibaran Bendera Pusaka pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia
dengan ide dasar tahun 1946, maka beliau
mengembangkan menjadi 3 kelompok:
· Kelompok 17
Pengiring (pemandu)
· Kelompok 8 Pembawa (Inti)
· Kelompok 45 Pengawal
Kelompok ini melambangkan/ bermakna hari kemerdekaan
Republik Indonesia 17 Agustus 1945.
Tahun 1967 sampai dengan 1972 anggota
yang terlibat dalam pengibaran Bfendera Pusaka disebut Pasukan Pengerek Bendera Pusaka
(PASERAKA).
Pada tahun 1973 Bapak Idik Sulaeman melontarkan nama Pasukan Pengibar bendera Pusaka (PASKIBRAKA).
PENGERTIAN
PASKIBRAKA adalah Pasukan
Pengibar Bendera Pusaka
Satu
pasukan pemuda dari seluruh Indonesia yang mewakili propinsi dengan jumlah 54
orang, bertugas untuk mengibarkan dan menurunkan Bendera Pusaka, atau pemuda
perwakilan daerah tingkat I dan daerah tingkat II untuk bertugas didaerahnya
masing-masing.
DASAR
1. Rasa senasib, sepenanggungan dan seperjuangan
2. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan
3. Rasa persatuan dan kesatuan menuju pertahanan dan
ketahanan
MAKSUD
Diadakannya PASKIBRAKA adalah
untuk menumbuhkan kembali jjiwa pandu, yang mana bila dia pandu adalah:
· Pembuat karya
· Pelopor
perjuangan bangsa
· Pemacu semangat
· Pertahanan negeri
· Pembentuk
persaudaraan
· Pembentuk
persatuan dan kesatuan pemuda
· Jiwa pandu yang
tercermin dari bara api yang dibentuknya, bara
api itu semakin membara apabila dipadukan seluruhnya dan ia akan
membentuk satu jiwa, yaitu jiwa KORSA
- Berani -
Disiplin
- Kritis - Bertata krama
- Kreatif -
Non-pribadi
- Dan sebagainya
TUJUAN
1. Membentuk pemuda yang bermental baik
2. Membentuk persaudaraan antara pemuda
3. Menjadikan pemuda sebagai pelopor dan pandu ibu pertiwi
PERATURAN BARIS-BERBARIS
SEJARAH
Berbaris pertama kali dikenala pada zaman
kekaisaran Romawi pada saat kaisarnya
Julius Caesar, dengan maksud agar pasukan yang berada dibawah kekuasaannya
mempunyai rasa tanggung jawab, disiplin yang tinggi dengan melihat hasil lahir,
yaitu kerapihan, kekompakan, ketertiban dan kesigapan.
Pasukan Julius Caesar sangatlah terkenal
pada zamannya (baca sejarah Romawi).
PENGERTIAN
Baris- berbaris adalah suatu wujud latihan fisik guna menanamkan
disiplin, patriotisme, tanggung jawab serta membentuk sikap lahir dan bathin
yang diarahkan pada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
Sikap
lahir yang diperoleh :
¨
Ketegaran ¨ Keseragaman
¨
Ketangkasan ¨ Kesigapan
¨
Kelincahan ¨ Keindahan
¨
Kerapihan ¨ Ketanggapan
¨
Ketertiban ¨ Kewajaran tenaga
¨
Kehidmatan ¨ Kesopanan
¨
Kekompakan ¨ Ketelitian
Sikap
bathin yang diperoleh :
¨ Ketenangan
¨ Keberanian
¨
Ketaatan
¨ Kekuatan
¨
Keikhlasan
¨ Kesadaran
¨
Kesetiakawanan
¨ Konsentrasi
¨
Kebersamaan
¨ Kebiasaan
¨
Persaudaraan
¨ Berani berkorban
¨
Keyakinan
¨ Persatuan
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud =
Sebagai pendidikan/ latihan awal bela negara, sesuai dengan hak dan kewajiban
warga negara Indonesia seperti yang terantum dalam UUD 1945.
Tujuan = Menumbuhkan disiplin,
mempertebal rasa dan semangat
kebangsaan dan patriotisme yang tinggi sehingga tercipta rasa tanggung jawab
yang tinggi pula atau menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa
persatuan, disiplin dengan senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas
diatas kepentingan individu seacra tidak langsung menanamkan rasa tanggung
jawab.
INGAT !!! Pelatihan Inti PBB
1.
Sikap dan penampilan
(Tanggap, Tanggon dan
Trengginas)
2.
Hentakan kaki
3.
Patah-patah
4.
Rata-rata air
5.
Irama langkah
6.
Kewajaran tenaga
7.
Konsentrasi
PENGELOMPOKAN PBB
PBB I
SIKAP SEMPURNA
·
Aba-aba : SIAP = GERAK
·
Pandangan lurus kedepan (pandang satu titik), badan tegap.
· Dagu ditarik kearah dalam. Bahu ditarik
kebelakang, dada dibusungkan, tarik
nafas dalam-dalam, lalu lepaskan perlahan-lahan tanpa menurunkan dada,
tidak begitu terlihat.
· Telapak tangan digenggam dan tempelkan
dikiri dan dikanan jahitan celana/ rok, ibu jari menghadap kedepan, lipatan
tangan menghadap kedalam, tangan rapat pada badan.
· Tumit dirapatkan, ujung jari kaki dibuka 1
kepal, sudut ± 450, berat badan dbagi atas kedua kaki.
ISTIRAHAT DITEMPAT
· Aba-aba : ISTIRAHAT – DI – TEMPAT = GERAK
· Pada
aba-aba pelaksanaan, kaki kiri
dipindahkan kesamping kiri dengan
jarak sepanjang telapak kaki (± 30 cm), atau selebar bahu (lurus dan seimbang).
· Posisi badan dari pinggang keatas sama dengan sikap sempurna, kecuali tangan.
· Tangan
kanan dikepal, pergelangan dipegang erat oleh tangan kiri, punggung tangan
kanan diatas telapak tangan kiri. Simpan tepat di ikat pinggang belakang.
· Bila
ada yang memberi
aba-aba PERHATIAN atau mengucapkan SALAM, pasukan sikap
sempurna kemudian berteriak SIAP atau MEMBALAS SALAM, kemudian memperhatikan
yang berbicara di depan.
· Bila
yang berbicara didepan telah selesai,
dan memberi aba-aba PERHATIAN
SELESAI atau mengucapkan SALAM, pasukan siap sikap sempurna tanpa berteriak
SIAP, tapi untuk salam harus MEMBALAS SALAM-nya, kemudian istirahat di tempat
kembali.
· Bila
pasukan masih dalam keadaan
sikap sempurna, kemudian akan ada amanat yang diberikan oleh
PELATIH/ SENIOR/ Pejabat Upacara, maka istirahat dilakukan atas aba-aba : UNTUK
– PERHATIAN – ISTIRAHAT-DI-TEMPAT = GERAK.
Gerakannya sama seperti baisanya, hanya saja pandangan langsung melihat
ke arah orang yang memberikan amanat.
· ISTIRAHAT MERDEKA, inti gerakannya sama
hanya lebih santai, hanya saja
posisi tangan tidak disimpan diatas ikat pinggang, tetapi boleh lebih kebawah.
HORMAT
· Aba-aba : HORMAT = GERAK
· Posisi
badan dari pinggang keatas
sama dengan sikap sempurna, kecuali tangan kanan.
· Telapak
tangan kanan dibuka dan harus
rata, bila dilihat dari depan harus terlihat satu garis.
· Tempelkan jari tangan diujung luar alis
kanan (tanpa merubah posisi bahu sikut). Demikian pula bila memakai topi, jari
tangan harus menempel ke lidah topi.
· Prosesnya : Rentangkan tangan kekanan 900
kedepan 150.
· Aba- aba kembali ke sikap sempurna : TEGAK
= GERAK.
BERKUMPUL
· Memanggil seorang penjuru
· Jalu sebagai penjuru
· Yang dipanggil mengambil sikap sempurna
dan menghadap penuh kepada yang
memanggil, selanjutnya mengucapkan :
“Siap Jalu sebagai penjuru”.
· Penjuru
berlari kearah yang memanggil dan
berdiri didepannya kira-kira 4 langkah.
· Memanggil anggota yang lain dengan aba-aba
:
· BERSHAF KUMPUL = MULAI
· BERBANJAR KUMPUL = MULAI
·
Hitungan 1 : mengangkat dua
tangan (digenggam), di simpan di ikat pinggang depan.
· Hitungan 2 : Semuanya berlari dengan
langkah pertama, kaki kiri dihentakan sambil berteriak menyebut nama korps-nya
(Capas, Paskibra, Pelatih/ PPI).
· Saat memanggil berkata LURUSKAN pada
penjuru, langsung diucapkan kembali dengan suara lantang.
· Ketika anggota pasukan berlari menuju samping kiri penjuru
dan atau kebelakang penjuru, maka penjuru mengucapkan: “Luruskan !!”
Selanjutnya anggota lainnya
(kecuali penjuru) berbaris bershaf atau
berbanjar disamping kiri atau belakang penjuru yang sudah ditentukan.
Secara berturut-turut
meluruskan diri dengan mengangkat lengan kanan ke samping kanan, tangan kanan
digenggam, punggung tangan menghadap ke atas. Kepala dipalingkan ke kanan
hingga dapat melihat dada orang-orang yang disebelah kanannya sampai ke
penjuru. Tangan kanan menyentuh bahu kiri dari orang yang disebelah kanannya.
Banjar yang paling kanan
mengangkat lengan kanannya ke depan dengan jarak satu lengan ditambah dua
kepal.
· Bila bershaf, penjuru depan paling kanan
melihat ke kiri dan setelah barisan terlihat lurus maka penjuru mengucapkannya
“LURUS”, pada saat mengucapkannya penjuru melihat ke depan, anggota yang
lainnya serentak menurunkan lengan kanan, melihat ke depan, dan kembali ke
sikap sempurna.
· Bila berbanjar yang berteriak LURUS adalah
penjuru kanan paling belakang.
BERHIMPUN
· Tanpa
memanggil seorang penjuru, langsung aba-aba BERHIMPUN = MULAI.
· Pada aba-aba peringatan, seluruh anggota
mengambil sikap sempurna dan menghadap kepada yang memberi aba-aba. Pada
aba-aba pelaksanaan sikap badan seluruh anggota seperti pada sikap berkumpul.
· Pada
waktu datang di depan yang memberikan aba-aba, langsung mengambil sikap
sempurna kemudian langsungf istirahat ditempat. Tidak ada meluruskan, yang
dipanggil otomatis meluruskan sendiri, harus selang sekar.
· Posisi setengah lingkaran, batasnya lurus
dengan bahu kiri dan kanan pemanggil.
· Setelah aba-aba SELESAI, seluruh anggota
mengambil sikap sempurna, balik kanan selanjutnya menuju tempat masing-masing.
· Pada saat datang di depan yang memberikan
aba-aba dan kembali tidak menyampaikan penghormatan.
BUBAR JALAN
· Pasukan dalam keadaan sikap sempurna.
· Aba-aba : BUBAR = JALAN.
· Yang akan dibubarkan menghormat dan melihat
ke arah pemberi aba-aba, kemudian dibalas.
· Proses selanjutnya :
·
Hitungan 1 : Yang dibubarkan tegak.
·
Hitungan 2-4: Proses balik kanan.
·
Hitungan 5,6 : Diam sejenak/ sikap
sempurna.
·
Hitungan 7 : Melangkah kaki kiri sambil
dihentakan dan berteriak nama korpsnya.
PERIKSA KERAPIHAN
· Terbagi atas dua bagian, yaitu periksa
kerapihan yang dinamakan Eksersisi dan Driil.
· Periksa Kerapihan yang Eksersisi.
· Dilaksanakan dalam istirahat ditempat.
· Aba-aba : PERIKSA KERAPIHAN = MULAI
Aba-aba peringatan pasukan
langsung sikap sempurna.
Aba-aba Pelaksanaan pasukan
melakukan gerakan.
· Gerakannya pada hitungan :
1-1
Badan masih sikap sempurna
2-1
Membungkukkan badan, dengan
tangan menyentuh pada tali sepatu sebelah kanan.
Gerakan
selanjutnya adalah
Hitungan satu, tangan berpindah dari bagian awal kebagian yang akan
diperiksa.
Hitungan kedua, tangan memeriksa bagian yang telah dipegang.
1, 2-2 Memeriksa tali sepatu kaki kanan.
1,2-3 Memeriksa tali sepatu
kaki kiri.
1,2-4 Memeriksa kaus kaki kaki
kanan.
1,2-5 Memeriksa kaus kaki kaki
kiri.
1,2-6 Memeriksa ikat pinggang
(tangan digenggam).
1,2-7 Mengangkat badan kembali tegak, tangan tetap memegang ikat pinggang bagian depan.
1,2-8 Memeriksa
handuk belakang/ bagian belakang baju dengan telapak tangan terbuka.
1,2-9 Memeriksa
plat nama didada kanan dengan
kepala ditengokkan melihat plat nama (dada kanan).
1,2-10 Memeriksa
dada bagian kiri,
kepala ditengokkan melihatnya.
1,2-11 Memeriksa pundak sebelah kanan (epolet).
1,2-12 Memeriksa pundak sebelah kiri (epolet).
1,2-13 Kedua tangan memegang lidah topi bagian
samping, kemudian menyusur ke depan.
1,14 Hitungan penutup langsung sikap sempurna.
· Aba-aba
SELESAI pasukan kembali istirahat ditempat.
· Periksa kerapihan yang Driil
· Pasukan langsung dalam posisi istirahat
ditempat.
Aba-aba peringatan pasukan
langsung sikap sempurna
Aba-aba pelaksanaan pasukan
melakukan gerakan.
· Pasukan langsung memeriksa sambil merapihkan
bagian-bagian pakaian maupun sepatu.
· Gerakan dimulai dari bawah (sepatu) dan
berakhir diatas kepala (topi/ rambut).
PBB II
LARI MAJU
· Aba-aba : LARI MAJU = JALAN
· Aba-aba peringatan, LARI MAJU = tangan dikepalkan dengan lemas, diangkat dan
diletakkan diikat pinggang sebelah depan, punggung tangan menghadap keluar
kedua sikut sedikit kebelakang.
· Aba-aba
pelaksanaan JALAN, menghentakan kaki kiri sambil berteriak nama
korps-nya, lalu berlari dengan langkah yang bersama-sama, telapak kaki
diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahul, lengan dilenggang secara
tidak kaku.
· Aba-aba
HENTI = GERAK, pasukan berhenti pada hitungan kelima, hitungan keenam
kaki berhenti berlari tumit rapat, hitungan kelima dua tangan diturunkan.
LENCANG DEPAN
· Pasukan dalam keadaan berbanjar.
· Aba-aba : LENCANG DEPAN = GERAK.
· Penjuru tetap sikap sempurna.
· Banjar paling kanan meluruskan dengan
mengangkat tangannya ke depan (digenggam) kira-kira satu lengan dua kepal dari
bahu belakang teman di depannya.
· Shaf terdepan lencang/ setengah lengan
lencang kanan.
· Yang me-LURUS-kan banjar paling kiri shaf
terdepan.
· Pandangan lurus kedepan, kecuali shaf
terdepan menengok kearah penjuru.
· Aba-aba kembali ke sikap sempurna : TEGAK =
GERAK.
SETENGAH LENGAN LENCANG KANAN/ KIRI
· Pasukan dalam keadaan sikap sempurna, bentuk
bershaf.
· Aba-aba : SETENGAH LENGAN LENCANG KA/ KI =
GERAK.
· Shaf terdepan/ kesatu, tangan kanan/kiri
langsung bertolak pinggang dengan sikut menyentuh lengan orang yang berdiri
disebelahnya, pergelangan tangan lurus, telapak tangan dibuka, ibu jari
disebelah belakan, empat jari lainnya rapat disebelah depan.
· Bersamaan dengan itu kepala dipalingkan ke
kanan/ kiri kecuali penjuru (tetap diam). Shaf dua dan tiga menengokkan
kepalanya kearah penjuru (450).
· Banjar paling kanan/ kiri lencang depan
(menggunakan tangan kanan), bila telah lurus teriak LURUS!! oleh orang paling
belakang.
· Pergeseran ke kanan/ kiri bergerak cepat
(biasa), diutamakan kecepatannya. Kalau jarak pergeserannya jauh, maka orang
tersebut dapat hadap kanan/ kiri terlebih dahulu berjalan, kemudian hadap
kanan/ kiri dan melakukan gerakan seperti diatas. (Driil)
· Dalam variasi pergeseran ke kanan/ kiri
bergerak teratur, penjuru diam, orang disampingnya bergeser 2 langkah, seterusnya kelipatan dua. (Eksersisi)
· Aba-aba kembali ke sikap sempurna : TEGAK =
GERAK.
· Apabila pasukan akan berjalan, maka harus
diberikan dulu aba-aba : LENCANG KANAN/ KIRI = GERAK.
LENCANG KANAN/KIRI
· Pasukan dalam keadaan sikap sempurna, bentuk
bershaf.
· Aba-aba :
LENCANG KANAN/ KIRI = GERAK.
· Tangan kanan/ kiri digenggam lalu
direntangkan dan di tempelkan dibahu rekan disampingnya ibu jari menghadap ke
depan, punggung tangan menghadap keatas.
· Bersamaan dengan itu kepala dipalingkan ke
kanan/ kiri kecuali penjuru (tetap diam). Shaf dua dan tiga menengokkan
kepalanya kearah penjuru (450).
· Masing-masing meluruskan diri, jarak tangan
bila kurang , diambil dari belakang, tidak ditonjok.
· Banjar paling kanan/ kiri lencang depan
(menggunakan tangan kanan), bila telah lurus teriak LURUS!! oleh orang paling
belakang.
· Pergeseran ke kanan/ kiri bergerak cepat
(biasa), diutamakan kecepatannya. (Driil)
· Dalam variasi pergeseran ke kanan/ kiri
bergerak teratur, penjuru diam, orang disampingnya bergeser 2 langkah, seterusnya kelipatan dua. (Eksersisi)
· Aba-aba kembali ke sikap sempurna : TEGAK =
GERAK.
BERHITUNG
· Pasukan dapat dalam bentuk bershaf atau
berbanjar.
· Aba-aba : HITUNG = MULAI.
· Ketika aba-aba peringatan HITUNG, bila
bershaf, maka shaf terdepan menengokkan kepalanya ke kanan, bila berbanjar,
maka pandangan tetap lurus kedepan.
· Ketika aba-aba pelaksanaan MULAI, penjuru
mulai berhitung, bila bershaf berturut-turut tiap pasukan mulai penjuru paling
kanan menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka kembali kedepan. Bila
berbanjar maka mulai dari penjuru kanan depan berturut-turut kebelakang
menyebutnya nomornya masing-masing.
· Bila tidak ada tempat yang kosong, penjuru
belakang sebelah kiri berteriak LENGKAP, jika tidak lengkap teriakkan jumlah
kekurangannya, misal KURANG DUA.
· Penyebutan nomor harus diucapkan penuh.
· Sebelas – bukan satu satu,
·
Dua puluh empat – bukan dua empat.
LEPAS/ KENAKAN TOPI
· Dilaksanakan dalam posisi pasukan istirahat
ditempat.
· Aba-aba peringatan LEPAS TOPI, pasukan
langsung sikap sempurna.
· Aba-aba pelaksanaan MULA, pasukan melaukan
gerakan.
Gerakan selalu dihitungan
kedua, kecuali hitungan terakhir (penutup).
1.
Kedua tangan memegang lidah
topi,
2.
Topi diangkat sedikit
diatas kepala,
3.
Pindahkan topi ke depan
dada,
4.
Pindahkanlah topi kesebelah
kiri, lidah topi dipegang tangan kiri memegang keatas, posisinya siku-siku,
sikut rapat ke pinggang, tangan kanan mengantar.
Hitungan
1 (penutup) langsung sikap sempurna.
· Aba-aba SELESAI pasukan kembali istirahat
ditempat.
· Aba-aba KENAKAN TOPI, pasukan sikap
sempurna.
· Aba-aba MULAI, pasukan melakukan gerakan.
Gerakan selalu dihitungan
kedua, kecuali hitungan terakhir (penutup).
1.
Tangan kanan memegang lidah
topi,
2.
Pindahkan topi ke depan
dada dengan tangan kanan dan kiri memegang lidah topi.
3.
Topi dibalik.
4.
Topi ditempelkan diatas
kepala dengan tangan kanan memegang lidah topi dan tangan kiri memegang bagian
belakang topi.
5.
Topi dimasukan ke kepala.
Hitungan
1 (penutup) langsung sikap sempurna.
· Aba-aba SELESAI pasukan kembali istirahat
ditempat.
SIKAP DUDUK SIAP DAN
ISTIRAHAT
· Aba-aba
: DUDUK SIAP= GERAK
· Saat duduk dikursi, Badan tegak sikap
sempurna, tumit rapat, punggung tidak bersandar, dua tangan digenggam simpan
diatas paha, punggung tangan menghadap keatas.
· Saat duduk di lantai putra SILA, badan
tegak, tangan digenggam, lengan bagian bawah menempel pada lutut. Putri dalam
posisi EMOK, tangan digenggam simpan diatas paha, badan tegak,
· Aba-aba : ISTIRAHAT DI TEMPAT = GERAK, badan
tidak terlalu tegak (santai).
· Pasukan dapat mengucapkan TERIMA KASIH,
dengan catatan suasana sedang santai, tidak terlalu resmi, ataupun sedang dalam
latihan.
· Sedangkan dalam suasana resmi, seperti
upacara, pasukan tidak perlu mengucapkan TERIMA KASIH.
· Penguapan TERIMA KASIH ini merupakan ciri
khas dari Paskibra Kotamadya Bandung yang mempunyai kaidah bergaul SA-TO-TE-MA
(Salam, Tolong, Terima Kasih, Maaf).
ATURAN MENGHADAP, KELUAR MASUK BARISAN, BERTANYA, dan MENJAWAB
· ATURAN KELUAR BARISAN
1.
Untuk shaf terdepan tidak
perlu balik kanan, tetapi langsung menuju ke arah yang memanggil.
2.
Bila bershaf, maka untuk
shaf bagian tengah dan belakang, melakukan balik kanan kemudian melalui
belakang shaf paling belakang, selanjutnya memilih jalan yang terdekat menuju
ke arah yang memanggil.
3.
Bila berbanjar, maka shaf
tengah dan belakang, melakukan balik kanan kemudian melakukan balik kanan
kemudian memilih belakang shaf sendiri terus memilih jalan yang terdekat
menuju ke arah yang memanggil.
4.
Bagi orang yang berada
dibanjar kanan/ kiri tanpa balik kanan langsung menuju ke arah yang memanggil.
Untuk
kepraktisan dan keindahan dalam baris-berbaris orang yang berada di banjar
kanan/ kiri , melakukan gerakan hadap kanan/ kiri terlebih dahulu, langsung
berjalan menuju ke arah yang memanggil.
5.
Apabila salah seorang dalam
barisan akan meninggalkan barisan, maka terlebih dahulu harus mengambil sikap
sempurna dan meminta izin kepada yang di depan dengan cara mengangkat tangan
kanannya keatas penuh, tangan dibuka, jari-jari dirapatkan.
Contoh,
siswa yang akan meninggalkan barisan mengangkat tangan,
Pelatih
bertanya : Ada apa ?
Siswa
Menjawab : Ke belakang ?
Pelatih
memutuskan : Baik, lima
menit kembali
(beri batas waktu sesuai keperluan)
Siswa
yang akan meninggalkan barisan mengulangi : “ Lima menit kembali”, setelah
mendapat izin, kemudian dia menuju tempat sesuai keperluannya.
· ATURAN MASUK BARISAN
1.
Bila keperluan siswa telah
selesai, maka siswa tersebut menghadap ± 6 langkah di depan komandan/
orang yang sedang memberikan aba-aba/ materi.
2.
Tanpa menghormat terlebih
dahulu, langsung laporan sebagai berikut (misalnya) : “ Lapor, ke belakang
selesai, laporan selesai.”
3.
Komandan/ pemberi aba-aba/
materi, memberikan perintah, “ Masuk Barisan”.
4.
Siswa tersebut mengulangi
perintah tersebut, kemudian menghormat, balik kanan dan kembali kebarisannya
pada kedudukan semula.
Bila tidak ada
tempat yang kosong dalam barisan,
maka
tunggulah sampai ada aba-aba
Lencang kanan/ kiri atau setengah
Lencang kanan/ kiri, kemudian siswa tersebut masuk kebarisan.
· ATURAN MENGHADAP dan TAMPIL KEDEPAN
1.
Apabila siswa dipanggil
oleh komandan/ pemberi aba-aba sedang dalam barisan. “ Siswa Jalu tampil ke
depan.”
2.
Siswa sedang mengucapkan
“Siap, Siswa Jalu tampil kedepan”.
3.
Siswa tersebut kemudian
keluar barisan sesuai denga tata cara keluar barisan dan menghadap ± 6 langkah di depan oleh komandan/ pemberi
aba-aba/ yang memanggil.
4.
Kemudian mengucapkan
kata-kata :” siap menghadap”, selanjutnya menunggu perintah.
5.
Setelah mendapatkan
perintah, maka siswa tersebut mengulangi perintah tersebut, misal :
Pelatih : “ terangkan
tentang PBB II”.
Siswa : “ terangkan
tentang PBB II.”
Selanjutnya melaksanakan perintah tersebut .
6.
Bila telah selesai, siswa
tersebut menghadap ke komandan/ pemberi aba-aba/ yang memanggil dan mengucapkan
kata-kata : “Menerangkan PBB II telah dilaksanakan, laporan selesai.
7.
Setelah mendapat perintah
“kembali ketempat”, siswa tersebut mengulangi perintah kemudian menghormat,
kemudian kembali ketempat semula dalam barisan.
8.
Apabila ada siswa yang
berkeinginan tampil kedepan misalnya untuk menerangkan sesuatu, maka siswa
tersebut mengacungkan tangannya agar terlihat oleh pelatih/ komandan, dan
mengucapkan kata-kata:” Izin tampil kedepan”, setelah dipersilahkan maka siswa
tersebut segera tampil ke depan.
Catatan : Siswa ini bukan pangkat/ jabatan, dipakai untuk membedakan
nama orang yang dipanggil (misalkan ada senior dan yunior yang kebetulan
bernama sama).
· ATURAN BERTANYA dan MENJAWAB
1.
Bila ada pertanyaan dari
siswa, maka anggota tersebut mengangkat tangan kanannya keatas penuh, tangan
dibuka, jari-jari dirapatkan.
Contoh, siswa yang bertanya mengangkat tangan,
Pelatih bertanya : Ada
apa ?
Siswa menjawab : Izin
bertanya !
Pelatih mengucapkan : Silahkan
(apa saja yang pantas)
2.
Bila ada pelatih yang
bertanya pada siswanya, maka salah seorang siswanya itu langsung mengangkat
tangan kanannya keatas penuh, tangan dibuka, jari-jari dirapatkan, kemudian
mengucapkan “ Izin menjawab”.
3.
Jika ada yang bertanya
ataupu akan menjawab, dan siswa dalam keadaan istirahat ditempat, maka siswa
tersebut harus mengambil sikap sempurna terlebih dahulu.
LAGU Diklatsar 1
SELAMAT
DATANG
Selamat datang calon paskibra
Lama nian kami rindukan kamu
Bertahun-tahun, bercerai mata
Kini kita dapat berjumpa pula
Dengarlah suara gegap gempita
Mengiri derap langkah paskibra
Hilangkan rindu pada ibumu
Selamat datang didesa bahagia
TERIMA KASIH I
Terima kasih akang kami, terima kasih sekali
Atas bimbingan pada kami, Paskibra Kota Bandung
Oaliye ye ye oaliyo yo yo, oaliye ali yo 2x
TERIMA KASIH II
Terima kasih bapak terima
kasih bapak 2X
Terima kasih kami ucapkan 2X
Ya..ya..ya..ya
Terimalah salam dari kami
Yang ingin maju bersama-sama
TERIMA KASIH III
Terima kasih 4x
Arigato 4x
Thank you so much 4x
Hatur nuhun 4x
Matur nuwun 4x
TERIMA KASIH IV
Terima kasih akangku / tetehku
Terima kasih aye!
INI ROTI
Ini roti, roti roti roti roti, Rotinya capas, 4x
Roti
keren roti beken, Bikinnya baru kemaren
Ini
air, air air air air, Airnya Paskibra, kibra 4x
Air
keren air beken, Belinya baru kemaren
ADIK BARU
Aku
punya adik baru, kuberi nama Capas
Dia
senang berlari- lari, sambil bernyanyi – nyanyi
Capas!
Siap–siap–siap Kemari! Siap–siap-siap! Ayo lari – lari
Capas!
Siap– siap – siap Kemari! Siap – siap-siap! Nanti jongkok berdiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar