Pages

Jumat, 02 Oktober 2015

Materi dan Lagu Diklatsar 1



PENGENALAN PASKIBRAKA


PENDAHULUAN

Paskibraka adalah salah satu organisasi pemuda.
Apa yang dimaksud dengan organisasi ?
Organisasi adalah wadah berkumpulnya orang-orang yang melaksanakan proses kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

SEJARAH

        Pengibar bendera pusaka yang pertama adalah bapak Latief Hendraningrat dan Suhud S.  Menjelang HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-2, presiden Soekarno memanggil salah satu ajudannya yaitu Bapak Mayor (L) Husein Mutahar untuk bertugas menyiapkan dan memimpin upacara peringatan HUT  Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-2 dihalaman istana presiden Gedung Agung Yogyakarta tanggal 17 Agustus 1946.
        Gagasan yang ada dalam benak beliau adalah bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa,  maka pengibaran bendera sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se-Indonesia. Kemudian beliau memilih 5 orang pemuda  sebagai simbol Pancasila, 3 orang putri dan 2 orang  putra. Salah satunya adalah Titik Dewi pelajar SMA Sumatera Barat yang tinggal di Yogyakarta. Formasi pengibaran tersebut dilakukan juga pada tahun 1947 dan tahun 1948.
        Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia untuk pertama kalinya dilaksanakan di Istana Negara Jakarta tanggal 17 Agustus 1950 yang mana regu-regu pengibaran bendera ditentukan dan diatur oleh Rumah Tangga Kepresidenan.
        Tanggal 5 Agustus 1966 Bapak Husein Mutahar menjadi Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Layihan Pandu Indonesia/ Ditjen UDAKA, yang salah satu kegiatannya adalah latihan Pandu Iindonesia ber- Pancasila, sempat dua kali diadakan yaitu 1966-1967, kemudian diujicobakan untuk kurikulum pembinaan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka tahun 1967, dengan menggunakan Sistem Pendekatan Keluarga Bahagia yang penerapannya berupa Desa bahagia.
         Tahun 1967 H. Mutahar dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk menyiapkan pelaksanaan pengibaran Bendera Pusaka pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dengan ide dasar tahun 1946,  maka beliau mengembangkan menjadi 3 kelompok:
·  Kelompok 17    Pengiring  (pemandu)
·  Kelompok 8      Pembawa (Inti)
·  Kelompok 45    Pengawal
Kelompok  ini melambangkan/ bermakna hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.
        Tahun 1967 sampai dengan 1972 anggota yang terlibat dalam pengibaran Bfendera Pusaka disebut Pasukan Pengerek Bendera Pusaka  (PASERAKA). 
         Pada tahun 1973 Bapak Idik Sulaeman melontarkan nama Pasukan Pengibar bendera Pusaka (PASKIBRAKA).

PENGERTIAN

PASKIBRAKA adalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
Satu pasukan pemuda dari seluruh Indonesia yang mewakili propinsi dengan jumlah 54 orang, bertugas untuk mengibarkan dan menurunkan Bendera Pusaka, atau pemuda perwakilan daerah tingkat I dan daerah tingkat II untuk bertugas didaerahnya masing-masing.
DASAR
1.     Rasa senasib, sepenanggungan dan seperjuangan
2.     Rasa persaudaraan dan kekeluargaan
3.     Rasa persatuan dan kesatuan menuju pertahanan dan ketahanan

MAKSUD

Diadakannya PASKIBRAKA adalah untuk menumbuhkan kembali jjiwa pandu, yang mana bila dia pandu adalah:
·  Pembuat karya
·  Pelopor perjuangan bangsa
·  Pemacu semangat
·  Pertahanan negeri
·  Pembentuk persaudaraan
·  Pembentuk persatuan dan kesatuan pemuda
·  Jiwa pandu yang tercermin dari bara api yang dibentuknya, bara   api itu semakin membara apabila dipadukan seluruhnya dan ia akan membentuk satu jiwa, yaitu jiwa KORSA
- Berani                                               - Disiplin
- Kritis                                                  - Bertata krama
- Kreatif                                               - Non-pribadi
- Dan sebagainya
TUJUAN
1.   Membentuk pemuda yang bermental baik
2.   Membentuk persaudaraan antara pemuda
3.   Menjadikan pemuda sebagai pelopor dan pandu ibu pertiwi
PERATURAN BARIS-BERBARIS

SEJARAH
      Berbaris pertama kali dikenala pada zaman kekaisaran Romawi  pada saat kaisarnya Julius Caesar, dengan maksud agar pasukan yang berada dibawah kekuasaannya mempunyai rasa tanggung jawab, disiplin yang tinggi dengan melihat hasil lahir, yaitu kerapihan, kekompakan, ketertiban dan kesigapan.
       Pasukan Julius Caesar sangatlah terkenal pada zamannya (baca sejarah Romawi).
PENGERTIAN
      Baris- berbaris adalah suatu wujud latihan fisik guna menanamkan disiplin, patriotisme, tanggung jawab serta membentuk sikap lahir dan bathin yang diarahkan pada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
Sikap lahir yang diperoleh :
¨     Ketegaran                         ¨   Keseragaman
¨     Ketangkasan                     ¨   Kesigapan
¨     Kelincahan                        ¨   Keindahan
¨     Kerapihan                         ¨   Ketanggapan
¨     Ketertiban                         ¨   Kewajaran tenaga
¨     Kehidmatan                      ¨   Kesopanan
¨     Kekompakan                     ¨   Ketelitian
Sikap bathin yang diperoleh :
¨     Ketenangan                     ¨   Keberanian
¨      Ketaatan                          ¨   Kekuatan
¨      Keikhlasan                       ¨   Kesadaran
¨      Kesetiakawanan              ¨   Konsentrasi
¨      Kebersamaan  ¨   Kebiasaan
¨      Persaudaraan                  ¨   Berani berkorban
¨      Keyakinan                        ¨   Persatuan
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud     = Sebagai pendidikan/ latihan awal bela negara, sesuai dengan hak dan kewajiban warga negara Indonesia seperti yang terantum dalam UUD 1945.
Tujuan   = Menumbuhkan  disiplin,  mempertebal rasa  dan semangat kebangsaan dan patriotisme yang tinggi sehingga tercipta rasa tanggung jawab yang tinggi pula atau menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin dengan senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu seacra tidak langsung menanamkan rasa tanggung jawab.
INGAT !!! Pelatihan Inti PBB
1.        Sikap dan penampilan
(Tanggap, Tanggon dan Trengginas)
2.        Hentakan kaki
3.        Patah-patah
4.        Rata-rata air
5.        Irama langkah
6.        Kewajaran tenaga
7.        Konsentrasi
PENGELOMPOKAN PBB
PBB I
SIKAP SEMPURNA
·    Aba-aba : SIAP = GERAK
·    Pandangan lurus kedepan (pandang satu titik), badan tegap.
·  Dagu ditarik kearah dalam. Bahu ditarik kebelakang, dada dibusungkan, tarik  nafas dalam-dalam, lalu lepaskan perlahan-lahan tanpa menurunkan dada, tidak begitu terlihat.
·   Telapak tangan digenggam dan tempelkan dikiri dan dikanan jahitan celana/ rok, ibu jari menghadap kedepan, lipatan tangan menghadap kedalam, tangan rapat pada badan.
·   Tumit dirapatkan, ujung jari kaki dibuka 1 kepal, sudut ± 450, berat badan dbagi atas kedua kaki.
ISTIRAHAT DITEMPAT
·     Aba-aba : ISTIRAHAT – DI – TEMPAT = GERAK
·     Pada  aba-aba  pelaksanaan, kaki  kiri  dipindahkan  kesamping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (± 30 cm), atau selebar bahu (lurus dan seimbang).
·  Posisi badan dari pinggang keatas sama  dengan sikap sempurna, kecuali tangan.
·   Tangan kanan dikepal, pergelangan dipegang erat oleh tangan kiri, punggung tangan kanan diatas telapak tangan kiri. Simpan tepat di ikat pinggang belakang.
·  Bila  ada  yang  memberi  aba-aba  PERHATIAN  atau mengucapkan SALAM, pasukan sikap sempurna kemudian berteriak SIAP atau MEMBALAS SALAM, kemudian memperhatikan yang berbicara di depan.
·     Bila  yang  berbicara didepan telah  selesai,  dan memberi  aba-aba PERHATIAN SELESAI atau mengucapkan SALAM, pasukan siap sikap sempurna tanpa berteriak SIAP, tapi untuk salam harus MEMBALAS SALAM-nya, kemudian istirahat di tempat kembali.
·  Bila  pasukan masih  dalam  keadaan  sikap  sempurna,  kemudian akan ada amanat yang diberikan oleh PELATIH/ SENIOR/ Pejabat Upacara, maka istirahat dilakukan atas aba-aba : UNTUK – PERHATIAN – ISTIRAHAT-DI-TEMPAT = GERAK.  Gerakannya sama seperti baisanya, hanya saja pandangan langsung melihat ke arah orang yang memberikan amanat.
·    ISTIRAHAT MERDEKA,  inti gerakannya  sama  hanya  lebih santai, hanya saja posisi tangan tidak disimpan diatas ikat pinggang, tetapi boleh lebih kebawah.
HORMAT
·     Aba-aba : HORMAT = GERAK
·    Posisi  badan  dari pinggang  keatas  sama  dengan  sikap sempurna, kecuali tangan kanan.
·    Telapak  tangan kanan  dibuka dan harus rata, bila dilihat dari depan harus terlihat satu garis.
·   Tempelkan jari tangan diujung luar alis kanan (tanpa merubah posisi bahu sikut). Demikian pula bila memakai topi, jari tangan harus menempel ke lidah topi.
·     Prosesnya : Rentangkan tangan kekanan 900 kedepan 150.
·     Aba- aba kembali ke sikap sempurna : TEGAK = GERAK. 
BERKUMPUL
·    Memanggil seorang penjuru
      ·     Jalu sebagai penjuru
      ·     Yang dipanggil mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh kepada  yang memanggil,  selanjutnya mengucapkan : “Siap Jalu sebagai penjuru”.
·    Penjuru  berlari kearah yang  memanggil dan berdiri didepannya kira-kira 4 langkah.
·    Memanggil anggota yang lain dengan aba-aba :
      ·     BERSHAF KUMPUL = MULAI
      ·     BERBANJAR KUMPUL = MULAI
   ·   Hitungan 1 :  mengangkat dua tangan (digenggam), di simpan di ikat pinggang depan.
      ·    Hitungan 2 : Semuanya berlari dengan langkah pertama, kaki kiri dihentakan sambil berteriak menyebut nama korps-nya (Capas, Paskibra, Pelatih/ PPI).
·    Saat memanggil berkata LURUSKAN pada penjuru, langsung diucapkan kembali dengan suara lantang.
·    Ketika anggota  pasukan berlari menuju samping kiri penjuru dan atau kebelakang penjuru, maka penjuru mengucapkan: “Luruskan !!”
      Selanjutnya anggota lainnya (kecuali penjuru) berbaris bershaf atau  berbanjar disamping kiri atau belakang penjuru yang sudah ditentukan.
      Secara berturut-turut meluruskan diri dengan mengangkat lengan kanan ke samping kanan, tangan kanan digenggam, punggung tangan menghadap ke atas. Kepala dipalingkan ke kanan hingga dapat melihat dada orang-orang yang disebelah kanannya sampai ke penjuru. Tangan kanan menyentuh bahu kiri dari orang yang disebelah kanannya.
      Banjar yang paling kanan mengangkat lengan kanannya ke depan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepal.
·    Bila bershaf, penjuru depan paling kanan melihat ke kiri dan setelah barisan terlihat lurus maka penjuru mengucapkannya “LURUS”, pada saat mengucapkannya penjuru melihat ke depan, anggota yang lainnya serentak menurunkan lengan kanan, melihat ke depan, dan kembali ke sikap sempurna.
·   Bila berbanjar yang berteriak LURUS adalah penjuru kanan paling belakang.
BERHIMPUN
· Tanpa memanggil seorang penjuru, langsung aba-aba BERHIMPUN = MULAI.
·   Pada aba-aba peringatan, seluruh anggota mengambil sikap sempurna dan menghadap kepada yang memberi aba-aba. Pada aba-aba pelaksanaan sikap badan seluruh anggota seperti pada sikap berkumpul.
·   Pada  waktu datang   di depan yang  memberikan aba-aba, langsung mengambil sikap sempurna kemudian langsungf istirahat ditempat. Tidak ada meluruskan, yang dipanggil otomatis meluruskan sendiri, harus selang sekar.
·     Posisi setengah lingkaran, batasnya lurus dengan bahu kiri dan kanan pemanggil.
·    Setelah aba-aba SELESAI, seluruh anggota mengambil sikap sempurna, balik kanan selanjutnya menuju tempat masing-masing.
·    Pada saat datang di depan yang memberikan aba-aba dan kembali tidak menyampaikan penghormatan.
BUBAR JALAN
·    Pasukan dalam keadaan sikap sempurna.
·    Aba-aba : BUBAR = JALAN.
·    Yang akan dibubarkan menghormat dan melihat ke arah pemberi aba-aba, kemudian dibalas.
·    Proses selanjutnya :
      · Hitungan 1     : Yang dibubarkan tegak.
      · Hitungan 2-4: Proses balik kanan.
      · Hitungan 5,6  : Diam sejenak/ sikap sempurna.
      · Hitungan 7  : Melangkah kaki kiri sambil dihentakan dan berteriak nama korpsnya.
PERIKSA KERAPIHAN
·    Terbagi atas dua bagian, yaitu periksa kerapihan yang dinamakan Eksersisi dan Driil.
·    Periksa Kerapihan yang Eksersisi.
·    Dilaksanakan dalam istirahat ditempat.
·    Aba-aba : PERIKSA KERAPIHAN = MULAI
      Aba-aba peringatan pasukan langsung sikap sempurna.
      Aba-aba Pelaksanaan pasukan melakukan gerakan.
·    Gerakannya pada hitungan :
1-1    Badan masih sikap sempurna
2-1    Membungkukkan badan, dengan tangan menyentuh pada tali sepatu sebelah kanan.
Gerakan selanjutnya adalah
Hitungan satu, tangan berpindah dari bagian awal kebagian yang akan diperiksa.
Hitungan kedua, tangan memeriksa bagian yang telah dipegang.
1, 2-2                    Memeriksa tali sepatu kaki kanan.
1,2-3     Memeriksa tali sepatu kaki kiri.
1,2-4     Memeriksa kaus kaki kaki kanan.
1,2-5     Memeriksa kaus kaki kaki kiri.
1,2-6     Memeriksa ikat pinggang (tangan digenggam).
      1,2-7  Mengangkat badan  kembali tegak, tangan tetap  memegang ikat pinggang bagian depan.
      1,2-8    Memeriksa  handuk  belakang/ bagian  belakang baju dengan telapak tangan terbuka.
      1,2-9   Memeriksa  plat nama  didada kanan dengan kepala ditengokkan melihat plat nama (dada kanan).
      1,2-10  Memeriksa   dada  bagian  kiri,  kepala   ditengokkan melihatnya.
      1,2-11   Memeriksa pundak sebelah kanan (epolet).
      1,2-12   Memeriksa pundak sebelah kiri (epolet).
      1,2-13  Kedua tangan memegang lidah topi bagian samping, kemudian menyusur ke depan.
      1,14      Hitungan penutup langsung sikap sempurna.
·   Aba-aba SELESAI pasukan kembali istirahat ditempat.

·    Periksa kerapihan yang Driil
·    Pasukan langsung dalam posisi istirahat ditempat.
      Aba-aba peringatan pasukan langsung sikap sempurna
      Aba-aba pelaksanaan pasukan melakukan gerakan.
·    Pasukan langsung memeriksa sambil merapihkan bagian-bagian pakaian maupun sepatu.
·    Gerakan dimulai dari bawah (sepatu) dan berakhir diatas kepala (topi/ rambut).
PBB II
LARI MAJU
·    Aba-aba : LARI MAJU = JALAN
      ·     Aba-aba peringatan, LARI MAJU =  tangan dikepalkan dengan lemas, diangkat dan diletakkan diikat pinggang sebelah depan, punggung tangan menghadap keluar kedua sikut sedikit kebelakang.
      ·   Aba-aba  pelaksanaan  JALAN,  menghentakan kaki kiri sambil berteriak nama korps-nya, lalu berlari dengan langkah yang bersama-sama, telapak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahul, lengan dilenggang secara tidak kaku.
·    Aba-aba  HENTI = GERAK, pasukan berhenti pada hitungan kelima, hitungan keenam kaki berhenti berlari tumit rapat, hitungan kelima dua tangan diturunkan.
LENCANG DEPAN
·    Pasukan dalam keadaan berbanjar.
·    Aba-aba : LENCANG DEPAN = GERAK.
·    Penjuru tetap sikap sempurna.
·    Banjar paling kanan meluruskan dengan mengangkat tangannya ke depan (digenggam) kira-kira satu lengan dua kepal dari bahu belakang teman di depannya.
·    Shaf terdepan lencang/ setengah lengan lencang kanan.
·    Yang me-LURUS-kan banjar paling kiri shaf terdepan.
·    Pandangan lurus kedepan, kecuali shaf terdepan menengok kearah penjuru.
·    Aba-aba kembali ke sikap sempurna : TEGAK = GERAK.
SETENGAH   LENGAN LENCANG KANAN/ KIRI
·    Pasukan dalam keadaan sikap sempurna, bentuk bershaf.
·    Aba-aba : SETENGAH LENGAN LENCANG KA/ KI = GERAK.
·    Shaf terdepan/ kesatu, tangan kanan/kiri langsung bertolak pinggang dengan sikut menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, telapak tangan dibuka, ibu jari disebelah belakan, empat jari lainnya rapat disebelah depan.
·    Bersamaan dengan itu kepala dipalingkan ke kanan/ kiri kecuali penjuru (tetap diam). Shaf dua dan tiga menengokkan kepalanya kearah penjuru (450).
·    Banjar paling kanan/ kiri lencang depan (menggunakan tangan kanan), bila telah lurus teriak LURUS!! oleh orang paling belakang.
·    Pergeseran ke kanan/ kiri bergerak cepat (biasa), diutamakan kecepatannya. Kalau jarak pergeserannya jauh, maka orang tersebut dapat hadap kanan/ kiri terlebih dahulu berjalan, kemudian hadap kanan/ kiri dan melakukan gerakan seperti diatas. (Driil)
·    Dalam variasi pergeseran ke kanan/ kiri bergerak teratur, penjuru diam, orang disampingnya bergeser 2  langkah, seterusnya kelipatan dua. (Eksersisi)
·    Aba-aba kembali ke sikap sempurna : TEGAK = GERAK.
·    Apabila pasukan akan berjalan, maka harus diberikan dulu aba-aba : LENCANG KANAN/ KIRI = GERAK.
LENCANG KANAN/KIRI
·    Pasukan dalam keadaan sikap sempurna, bentuk bershaf.
·    Aba-aba :   LENCANG KANAN/ KIRI = GERAK.
·    Tangan kanan/ kiri digenggam lalu direntangkan dan di tempelkan dibahu rekan disampingnya ibu jari menghadap ke depan, punggung tangan menghadap keatas.
·    Bersamaan dengan itu kepala dipalingkan ke kanan/ kiri kecuali penjuru (tetap diam). Shaf dua dan tiga menengokkan kepalanya kearah penjuru (450).
·    Masing-masing meluruskan diri, jarak tangan bila kurang , diambil dari belakang, tidak ditonjok.
·    Banjar paling kanan/ kiri lencang depan (menggunakan tangan kanan), bila telah lurus teriak LURUS!! oleh orang paling belakang.
·    Pergeseran ke kanan/ kiri bergerak cepat (biasa), diutamakan kecepatannya. (Driil)
·    Dalam variasi pergeseran ke kanan/ kiri bergerak teratur, penjuru diam, orang disampingnya bergeser 2  langkah, seterusnya kelipatan dua. (Eksersisi)
·    Aba-aba kembali ke sikap sempurna : TEGAK = GERAK.
BERHITUNG
·    Pasukan dapat dalam bentuk bershaf atau berbanjar.
·    Aba-aba : HITUNG = MULAI.
·    Ketika aba-aba peringatan HITUNG, bila bershaf, maka shaf terdepan menengokkan kepalanya ke kanan, bila berbanjar, maka pandangan tetap lurus kedepan.
·    Ketika aba-aba pelaksanaan MULAI, penjuru mulai berhitung, bila bershaf berturut-turut tiap pasukan mulai penjuru paling kanan menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka kembali kedepan. Bila berbanjar maka mulai dari penjuru kanan depan berturut-turut kebelakang menyebutnya nomornya masing-masing.
·    Bila tidak ada tempat yang kosong, penjuru belakang sebelah kiri berteriak LENGKAP, jika tidak lengkap teriakkan jumlah kekurangannya, misal KURANG DUA.


·    Penyebutan nomor harus diucapkan penuh.
      ·   Sebelas – bukan satu satu,
·   Dua puluh empat – bukan dua empat.
LEPAS/ KENAKAN TOPI
·    Dilaksanakan dalam posisi pasukan istirahat ditempat.
·    Aba-aba peringatan LEPAS TOPI, pasukan langsung sikap sempurna.
·    Aba-aba pelaksanaan MULA, pasukan melaukan gerakan.
      Gerakan selalu dihitungan kedua, kecuali hitungan terakhir (penutup).
1.        Kedua tangan memegang lidah topi,
2.        Topi diangkat sedikit diatas kepala,
3.        Pindahkan topi ke depan dada,
4.        Pindahkanlah topi kesebelah kiri, lidah topi dipegang tangan kiri memegang keatas, posisinya siku-siku, sikut rapat ke pinggang, tangan kanan mengantar.
Hitungan 1 (penutup) langsung sikap sempurna.
·    Aba-aba SELESAI pasukan kembali istirahat ditempat.

·    Aba-aba KENAKAN TOPI, pasukan sikap sempurna.
·    Aba-aba MULAI, pasukan melakukan gerakan.
      Gerakan selalu dihitungan kedua, kecuali hitungan terakhir (penutup).
1.        Tangan kanan memegang lidah topi,
2.        Pindahkan topi ke depan dada dengan tangan kanan dan kiri memegang lidah topi.
3.        Topi dibalik.
4.        Topi ditempelkan diatas kepala dengan tangan kanan memegang lidah topi dan tangan kiri memegang bagian belakang topi.
5.        Topi dimasukan ke kepala.
Hitungan 1 (penutup) langsung sikap sempurna.
·    Aba-aba SELESAI pasukan kembali istirahat ditempat.
SIKAP DUDUK SIAP DAN ISTIRAHAT
·    Aba-aba  : DUDUK SIAP=  GERAK
·    Saat duduk dikursi, Badan tegak sikap sempurna, tumit rapat, punggung tidak bersandar, dua tangan digenggam simpan diatas paha, punggung tangan menghadap keatas.
·    Saat duduk di lantai putra SILA, badan tegak, tangan digenggam, lengan bagian bawah menempel pada lutut. Putri dalam posisi EMOK, tangan digenggam simpan diatas paha, badan tegak,
·    Aba-aba : ISTIRAHAT DI TEMPAT = GERAK, badan tidak terlalu tegak (santai).
·    Pasukan dapat mengucapkan TERIMA KASIH, dengan catatan suasana sedang santai, tidak terlalu resmi, ataupun sedang dalam latihan.
·    Sedangkan dalam suasana resmi, seperti upacara, pasukan tidak perlu mengucapkan TERIMA KASIH.
·    Penguapan TERIMA KASIH ini merupakan ciri khas dari Paskibra Kotamadya Bandung yang mempunyai kaidah bergaul SA-TO-TE-MA (Salam, Tolong, Terima Kasih, Maaf).
ATURAN MENGHADAP, KELUAR MASUK BARISAN,  BERTANYA, dan MENJAWAB
·    ATURAN KELUAR BARISAN
1.        Untuk shaf terdepan tidak perlu balik kanan, tetapi langsung menuju ke arah yang memanggil.
2.        Bila bershaf, maka untuk shaf bagian tengah dan belakang, melakukan balik kanan kemudian melalui belakang shaf paling belakang, selanjutnya memilih jalan yang terdekat menuju ke arah yang memanggil.
3.        Bila berbanjar, maka shaf tengah dan belakang, melakukan balik kanan kemudian melakukan balik kanan kemudian memilih belakang shaf sendiri terus memilih jalan yang terdekat menuju  ke arah yang memanggil.
4.        Bagi orang yang berada dibanjar kanan/ kiri tanpa balik kanan langsung menuju ke arah yang memanggil.
Untuk kepraktisan dan keindahan dalam baris-berbaris orang yang berada di banjar kanan/ kiri , melakukan gerakan hadap kanan/ kiri terlebih dahulu, langsung berjalan menuju ke arah yang memanggil.
5.        Apabila salah seorang dalam barisan akan meninggalkan barisan, maka terlebih dahulu harus mengambil sikap sempurna dan meminta izin kepada yang di depan dengan cara mengangkat tangan kanannya keatas penuh, tangan dibuka, jari-jari dirapatkan.
Contoh, siswa yang akan meninggalkan barisan mengangkat tangan,
Pelatih bertanya       : Ada apa ?
Siswa Menjawab      : Ke belakang ?
Pelatih memutuskan                : Baik, lima menit kembali
                                    (beri batas waktu sesuai keperluan)
Siswa yang akan meninggalkan barisan mengulangi :            “ Lima menit kembali”, setelah mendapat izin, kemudian dia menuju tempat sesuai keperluannya.
·    ATURAN MASUK BARISAN
1.        Bila keperluan siswa telah selesai, maka siswa tersebut menghadap ±  6 langkah di depan komandan/ orang yang sedang memberikan aba-aba/ materi.
2.        Tanpa menghormat terlebih dahulu, langsung laporan sebagai berikut (misalnya) : “ Lapor, ke belakang selesai, laporan selesai.”
3.        Komandan/ pemberi aba-aba/ materi, memberikan perintah, “ Masuk Barisan”.
4.        Siswa tersebut mengulangi perintah tersebut, kemudian menghormat, balik kanan dan kembali kebarisannya pada kedudukan semula.
     Bila   tidak ada   tempat yang kosong dalam  barisan, maka
     tunggulah sampai ada aba-aba Lencang kanan/ kiri atau   setengah Lencang kanan/ kiri, kemudian siswa tersebut masuk kebarisan.       
·    ATURAN MENGHADAP dan TAMPIL KEDEPAN
1.        Apabila siswa dipanggil oleh komandan/ pemberi aba-aba sedang dalam barisan. “ Siswa Jalu tampil ke depan.”
2.        Siswa sedang mengucapkan “Siap, Siswa Jalu tampil kedepan”.
3.        Siswa tersebut kemudian keluar barisan sesuai denga tata cara keluar barisan dan menghadap ±  6 langkah di depan oleh komandan/ pemberi aba-aba/ yang memanggil.
4.        Kemudian mengucapkan kata-kata :” siap menghadap”, selanjutnya menunggu perintah.
5.        Setelah mendapatkan perintah, maka siswa tersebut mengulangi perintah tersebut, misal :
Pelatih              : “ terangkan tentang PBB II”.
Siswa                : “ terangkan tentang PBB II.”
Selanjutnya melaksanakan perintah tersebut .
6.        Bila telah selesai, siswa tersebut menghadap ke komandan/ pemberi aba-aba/ yang memanggil dan mengucapkan kata-kata : “Menerangkan PBB II telah dilaksanakan, laporan selesai.
7.        Setelah mendapat perintah “kembali ketempat”, siswa tersebut mengulangi perintah kemudian menghormat, kemudian kembali ketempat semula dalam barisan.
8.        Apabila ada siswa yang berkeinginan tampil kedepan misalnya untuk menerangkan sesuatu, maka siswa tersebut mengacungkan tangannya agar terlihat oleh pelatih/ komandan, dan mengucapkan kata-kata:” Izin tampil kedepan”, setelah dipersilahkan maka siswa tersebut segera tampil ke depan.
Catatan : Siswa ini bukan pangkat/ jabatan, dipakai untuk membedakan nama orang yang dipanggil (misalkan ada senior dan yunior yang kebetulan bernama sama).
·     ATURAN BERTANYA dan MENJAWAB
1.        Bila ada pertanyaan dari siswa, maka anggota tersebut mengangkat tangan kanannya keatas penuh, tangan dibuka, jari-jari dirapatkan.
Contoh, siswa yang bertanya mengangkat tangan,
Pelatih bertanya             : Ada apa  ?
Siswa menjawab            : Izin bertanya !
Pelatih mengucapkan     : Silahkan (apa saja yang pantas)
2.        Bila ada pelatih yang bertanya pada siswanya, maka salah seorang siswanya itu langsung mengangkat tangan kanannya keatas penuh, tangan dibuka, jari-jari dirapatkan, kemudian mengucapkan “ Izin menjawab”.
3.        Jika ada yang bertanya ataupu akan menjawab, dan siswa dalam keadaan istirahat ditempat, maka siswa tersebut harus mengambil sikap sempurna terlebih dahulu.

LAGU Diklatsar 1

SELAMAT DATANG
Selamat datang calon paskibra
Lama nian kami rindukan kamu
Bertahun-tahun, bercerai mata
Kini kita dapat berjumpa pula
Dengarlah suara gegap gempita
Mengiri derap langkah paskibra
Hilangkan rindu pada ibumu
Selamat datang didesa bahagia

TERIMA KASIH I

Terima kasih akang kami, terima kasih sekali
Atas bimbingan pada kami, Paskibra Kota Bandung
Oaliye ye ye oaliyo yo yo, oaliye ali yo 2x

TERIMA KASIH II

Terima kasih bapak terima kasih bapak 2X
Terima kasih kami ucapkan 2X
Ya..ya..ya..ya
Terimalah salam dari kami
Yang ingin maju bersama-sama

TERIMA KASIH III

Terima kasih                        4x
Arigato                                   4x
Thank you so much            4x
Hatur nuhun                         4x
Matur nuwun                        4x

TERIMA KASIH IV

Terima kasih akangku / tetehku
Terima kasih aye!


INI ROTI 

Ini roti, roti roti roti roti, Rotinya capas, 4x


Roti keren roti beken, Bikinnya baru kemaren



Ini air, air air air air, Airnya Paskibra, kibra 4x



Air keren air beken, Belinya baru kemaren



ADIK BARU




Aku punya adik baru, kuberi nama Capas
Dia senang berlari- lari, sambil bernyanyi – nyanyi
Capas! Siap–siap–siap Kemari! Siap–siap-siap! Ayo lari – lari
Capas! Siap– siap – siap Kemari! Siap – siap-siap! Nanti jongkok berdiri


 

Tidak ada komentar: